Jakarta, KompasOtomotif – Model paling bersejarah dari model-model yang dibuat oleh Toyota, Corolla, generasi terbarunya atau ke-11, versi produksi sudah diperlihatkan ke publik dunia. Sedan segmen C atau kompak ini, kini tubuhnya semakin besar.
Minggu lalu, Toyota memperkenalkan All-New Corolla atau Corolla 2014 di Eropa, menyusul sebelumnya di Amerika Serikat. Ternyata, penampilan Corolla di kedua kawasan tersebut – kendati sama-sama setir kiri – berbeda, baik depan maupun belakang.Di luar negari sedan segmen C masih tetap dominan. Karena itu pula, peluncuran Corolla terbaru menjadi topik menarik khusus bagian media otomotif.
Naik Kelas
Di Indonesia gaung Corolla sedan – termasuk merek lain di segmen yang sama – semakin tenggelam oleh subkompak hatchback atau segmen B. Penyebabnya, Corolla yang semula berada di kategori “mainstream” secara pelan bergerak ke atas atau kelas menengah.
Contohnya, kalau Corolla lama bermesin 1,500 cc, kini malah 1.800 dan 2.000 cc. Sementara, tempat yang ditinggalkan, dihuni oleh model Toyota lain, yaitu Vios bermesin 1.500 cc. Alhasil, Corolla semakin menjauh dari konsumen aslinya di Indonesia, kecuali mereka yang juga ikut naik kelas.
Versi Asean
Dengan dua model tersebut, versi manakah yang akan dipasarkan di Asean termasuk Indonesia? Media Thailand sudah membahas dan memperkirakannya. Bisa dimaklumi karena Corolla yang dijual di Asean dirakit di negara tersebut.
Dijelaskan, generasi ke-10 Corolla sekarang, sama dengan yang dipasarkan di Eropa. Karena itu pula, kemungkinan besar, versi Eropa yang akan menyerbu ke Indonesia. Alasannya, konsumen di negara Asean lebih menyukai penampilan mewah.
Corolla Eropa tampil dengan gaya lebih mewah, yaitu gril krom dan lampu LED untuk pertama kalinya. Sedangkan versi Jepang yang diluncurkan akhir Mei lalu, dinilai kurang menarik untuk konsumen di luar Jepang.
Eropa vs AS
Model Eropa dan Amerika Serikat menggunakan dasar interior yang sama, namun desain bagian depan dan belakanfg. Dimensi Corolla sekarang lebih besar, panjang 4.639 mm (+99 mm), lebar 1.776 (+16 mm) dan jarak sumbu roda 2.700 mm (+100 mm). Alhasil, kabin luas!
Untuk tinggi, dikurangi 10 mm, menjadi 1.4455 mm. Tujuannya, agar lebih aerodinamis. Suspensi dikabarkan masih sama, namun posisi pemasangan berfubah. Begitu juga geometri strut dan batang torsi di belakang. Sedangkan bobotgnya kini menjadi 1.290 kg.
Mesin, untuk global masih sama, yaitu 3ZR-FE, DHOC dengan VVT-i untuk katup isap dan buang. Di Jepang dan Eropa, mesin tersebut disemati dengan teknologi
valvematic – sistem kontrol katup yang meningkatkan tenaga dan efisiensi – sehingga kodenya pun berubah menjadi 3ZR-FAE.
Tenaga dihasilkan 158 PS atau 15 PS lebih besar dari 3ZR-FE, namun konsumsi bahan bakarnya lebih irit 5 persen. Sedangkan transmisi, juga masih mengandalkan otomatis CVT 7-percepatan!
Contribute by Kompas Otomotifmobilmotor